Minggu, 20 Januari 2019

fladira dan Om (part 2 dan 3)


1.       Menulis Tentang Om Tugas Sekolah (POV Dira)
POV Dira
                Namaku adalah Fladira Luna Ramadhani. Aku sekarang berada di Sekolah Dasar 03 Pagi Gintung. Sekolah yang memang dekat rumah ku. Walaupun dekat rumah kalo pagi aku akan diantar oleh om ku. Dan setelah itu nanti dijemput lagi oleh om ku.  Akan tetapi kadang dia  suka terlambat.  Maka terkadang aku dijemput oleh ibu Rina. Karin adalah nama anaknya. Sampe sekarang aku juga tidak tahu siapa nama asli ibunya Karin.

                Ibu Karin biasanya yang akan mengantarkan ku pulang. Karena memang rumahku dan rina berdeketan.

                “Dira Hari ini Om adit ga jemput lagi ya” tanya karin kepadaku

                “iya, Kayaknya dia ketiduran” jawabku

                Om adit memang suka sekali ketiduran apalagi kalo malamnya ada pertandingan sepak bola. Maka dia akan begadang semalaman dan akan tertidur pada dini hari. Waktu itu aku pernah sekali menemaninnya.

                “ Om apa serunya sih menonton bola” tanya ku

                “Tentu saja Seru. Karena ini adalah adu Hasrat antar lelaki”

                “apa sih om? Orang Cuma rebutan bola”

                “kamu memang masih terlalu kecil dira”

                Dan  setelah itu aku tertidur. Om tetap menonton dan setiap kali dia menonton pasti dia akan terlarut lagi sampe pagi tidak bisa dibangunin.

Minggu, 13 Januari 2019

Fladira dan Om (Part 1)


Fladira dan Om

             Tulisan ini adalah Fiktif memang, yah 50 % tentu fiktif akan tetapi tentu juga ada fakta yang tersirat. Kenapa Gue  pengen menuliskan tentang ini adalah karena ini merupakan tulisan yang Gue  buat  untuk keponakan Gue .

                “Fladira Luna Ramadani”

                
Tentu Buku ini juga terinspirasi dari tulisan tentang film jepang “my uncle” tentu awalnya Gue  ga tahu bagaimana Gue  akan menulis akan tetapi Gue  sangat tertarik dan Gue  menginginkan ini sebagai kisah “Bagaimana jika” Gue  tidak keterima sebagai PNS di BNPB.

                
Dan Gue  yang mengalami profesi sebagai “pengisi waktu luang profesional ini” tetap berada di rumah. Menemani keponakan Gue . Tumbuh besar. Dan mungkin ada beberapa kejadian konyol yang tetap hangat. Biar bagaimanapun Gue  ingin membuat sebuah cerita yang hangat dan tetap membuat semua orang belajar akan sesuatu dari cerita itu.

                Yah sebuah kisah yang membuat orang merasa hangat di hati n. Gue  juga berterimakasih kepada orang-orang yang akan Gue  ceritakan apa adanya.  Yah mungkin itu saja dahulu Gue  rasa Gue  bukan orang yang bisa berlama-lama dalam menulis kata pengantar yang baik.



Senin, 22 Oktober 2018

Impian yang dikhlaskan


2018-10-12
Bacanya sambil dengerin
Rumpang - nadin amizah
 ----Tahun 2018 -----

14 Oktober 2018 Jam 19.00


Seorang lelaki sedang berdiri terdiam di depan sebuah kamar abu-abu miliknya. Dilengkapi dengan kopi dicampur dengan beng-beng drink yang dia campur dan dia jadikan minuman. Terdiam pada sebuah monitor yang berlatar belakang hitam dengan sebuah kutipan yang bertuliskan putih.

“Impian apa yang kamu ikhlaskan ?”- Lala Bohang

----Tahun 2018 -----
12 Oktober 2018 Jam 23.00

                Nama gue Miko Irawan. Biasa dipanggil Miko. Gara-gara nama ini gue sempat diceng-cengin sama teman-teman gue karena sebuah acara series di TV yang berjudul “Malam Minggu Miko” gue jadi sering dicengin Jomblo.

                “Miko sih Jomblo”

                “Miko sih Pejuang Cinta”

                “Miko sih apa sih?”

                Bagian yang menyedihkannya adalah  karena memang kisah dia(Miko di Serial TV) dan gue juga sama sih. Berkali-kali kenal dekat  dengan wanita dan berkali-kali menghadapi hal yang apes dalam percintaan . kayaknya tuhan sedang bercanda dan gue yang menjadi bahannya.

Malam Ini Dikamar abu-abu gue teringat kembali masa-masa kuliah gue  Kira-kira tahun 2010. Kenapa gue mengingat lagi karena ada teman gue yang namanya Rida membuat storry IG dengan foto lamanya.

                “Gila foto zaman kapan nih?” Tanya gue penasaran

                “ Foto zaman pembodohan, waktu gue masih suka sama lu. Hahahaha” kata Rida membalas

                Kalo lu tanya kenapa bisa sefrontal ini gue ga tahu. Tapi mungkin juga karena kita udah sama-sama dewasa jadi udah tahu bagaimana cara bersikap. Lagian si Rida ini udah menikah.

                “Waktu zaman sama Wulan juga berarti ya” Kata gue melanjutkan.

                “Wadawwwwwwww.. Throwback banget pak?”  kata Rida memanaskan

                “hahahahahaha. Kangen Juga” Gue membalas

Entah kenapa gue kangen pada masa-masa itu, Kalo boleh menceritakan diri sendiri. Gue suka dengan Miko pada masa itu karena waktu itu dia polos. Yah walau banyak yang bilang polos dan bodoh beda tipis.

----- Tahun 2010-----

Jumat, 27 April 2018

Suhu Yo dan Misteri pembunuhan di Villa


Pembunuhan di Villa
“SUHU YO!!!!!!”

“SUHU YO!!!!”

Pagi itu ada suara pintu yang mengetuk dalam ke rumah ini lagi. Suaranya begitu panik sehingga membangunkanku dengan segera. Akupun segera membukakan pintu itu dan terlihat muka seorang yang sepertinya begitu ketakutan dan panik.

“ada apa pagi-pagi begini?”

“Tolong bantu saya suhu Yo, kumohon cepat anda ke vila Cendana itu”

“ada apa ?”

“ada peristiwa pembunuhan”

Suhu Yo tiba-tiba muncul dari belakangku.

“aku rasa kita tidak punya banyak waktu dit”

Segera setelah itu Suhu Yo segera bergegas. Hal ini bukan pertama kali suhu yo melakukan pekerjaan dan pangilan mendadak ini. Banyak kasus lain yang pernah dia juga alami.  Di perjalanan menuju tempat kejadian.

Suhu yo mulai  Bertanya-tanya bagaimana kasus sebenarnya.

“Terjadi pembunuhan di Villa yang hanya dihuni oleh pasangan suami istri, maaf sebelumnya perkenalkan nama ku adalah Max”

“ baik max, Bagaimana Rinciannya?” tanya Suhu Yo bertanya dengan tenang

“Sang suami meninggal di tempat dan sebenarnya tersangka utamanya sudah ditangkap”

“kalo begitu buat apa kamu memangilku?”tanya suhu yo sopan

“Karena tersangka utamanya adalah adik saya adik saya tidak mungkin membunuh pria itu dia bahkan tidak bisa membunuh hewan. Aku harus akui memang dia pernah terliat lembah hitam dia menjadi pencuri tapi saya berani taruhan dan yakin dia tidak akan membunuh”

“Lalu bagaimana dia bisa menjadi pelaku?” Tanyaku keheranan

“Jadi waktu kemarin sebenarnya adalah waktu aku menjemput dia dari kota besar. Akan tetapi aku tidak bisa menjemputnya. Dikarenakan Istriku tiba-tiba sakit. Dan kemarin hujan deras. Waktu kemarin aku tidak berpikir macam-macam. Tapi setelah aku mengantarkan istriku dia 
juga belum dating aku berpikir mungkin dia menginap di dekat stasiun kereta karena memang cuaca dan keadaan tidak mendukung”

“lalu bagaimana?”tanyaku penasaran

“dia menjadi pelaku pembunuhan dengan pisau dan korban yang berada di sampingnya”

Akhirnya kita pun sampai pada rumah itu.

Rumah yang memang cukup menyeramkan akan tetapi berada pada daerah padat dikota.cat-cat yang mengkelupas. Jarak kiri dan kanan dari rumah ini memang tidak ada orang.

Suhu Yo. Turun dan melihat ke sekeliling..

“adikku sudah dibawa ke kantor polisi katanya lebih baik kita kesana terlebih dahulu suhu”
Kita segera berjalan lagi meningalkan rumah yang baru saja menjadi tempat berdarah dimana terjadinya pembunuhan
--------------------------

“perkenalkan nama saya Suhu Yo, Kakak ku yang memangil aku untuk kesin. Nama kamu adalah john bukan?”

Kita sekarang berada di ruangan intrograsi. Di kantor polisi. Ruang introgasi ini diberikan kepada kami. Karena kami diangap bisa membuat pihak kepolisian membuat dia mengaku bahwa dia adalah pelakunya.

“Percayalah kepadaku aku bukan pelakunya. DEMI ALLAAHH” kata dia merengek.

Mata yang meminta penuh empati akan tetapi ini mungkin adalah mata yang mengeluarkan tatapan pembunuh yang kejam.

Suhu yo dengan tenang mengamti semua gerak-gerik dari John. Mata suhu yo seperti seorang elang yang melihat korbannya. Dengan tenang suhu yo bertanya “ kalo begitu bagaimana cerita yang ingin kau sampaikan?”

John pun akhirnya segera berkata

“kemarin itu adalah hari dimana aku akhirnya baru pulang dari kota besar. Aku telah mencoba peluang di kota besar akan tetapi ternyata gagal. Akhirnya mungkin benar yang kakaku bilang mungkin aku akan membantu dia di desa ini aku meminta kakak ku. Aku pun kembali kemarin ketika sampai aku ternyata kakak yang harusnya menjemputku juga tidak bisa hadir. Akhirnya aku berdiam di stastiun ketika aku berpikir aku akan bermalam di stasiun tiba-tiba dewi fortuna atau kesialan dating menghampiriku. Seorang laki-laki dan istrinya yang beda umurnya sekitar 20 tahunan dating kepadaku dia berkata dan menawarkan kepadaku daripada kamu bermalam disini bagaimana dengan menginap di rumahku. Laki-laki itu memang baik sekali . dia tidak menaruh curiga sedikitpun kepadaku. Beda dengan istrinya yang berkata apa kamu sudah gila membiarkan orang yang tidak dikenal untuk masuk ke rumah kita tapi pria itu malah meyakinkan bahwa keadaan sedang hujan kasian kalo dia tidur disini. Dan karena aku berpikir cuaca telah hujan Akhirnya akupun mau untuk kerumahnya”

“disana aku diperlakukan dengan sangat aik seolah-olah aku adalah anggota keluarga dari lelaki itu dia memberiku makan dan membiarkan aku tidur di ruang tamu di lantai atas. Laki-laki itu mempunyai ruang kerja juga di lantai 2 dekat dengan tangga”

“boleh kau gambarkan denah rumah itu?” suhu yo meminta

Dia segera mengambarkan dengan tangan kirinya. Gambar yang seadanya itu memang tidak terlalu buruk dalam taraf kita masih bisa memahami denah itu aku raas pemuda bernama john ini  memang tidak punya bakat untuk mengambar.

“pada malam itu aku mendengar bunyi”

“gedubrak”

“Dari ruang sebelah awalnya aku tidak begitu peduli tapi bunyi teriakan dari ruangan itu. Akhirnya membuatku penasaran. Akupun melangkah keruangan kerja bapak itu. Dan disana aku melihat seorang dengan memakai topeng dan dengan bapak-bapak itu sudah terkapar. Orang bertopeng itu langsung segera mau menyerangku juga.tenaganyan cukup besar. Kita akhirnya terjatuh dan aku menendang dia sekuat tenaga dia terjatuh melepaskan pisau yang dia pegang. Dengan naluriku bertahan hidup aku segera mengambil pisau itu. Sang pria bertopeng segera mau berlari dan aku menariknya sekuat tenaga bajunya sobek dan disebelah kanan ada sebuah tato berlambang malaikat bewarna hijau. Dia menendangku dan segera kabur. Aku ingin segera menangkapnya akan tetapi aku memilih untuk mengawatirkan korban. Tapi sayangnya nyawa korban sudah tidak terselamtkan.

Ketika aku sedang meratapi dan berteriak “siapapun tolong PANGILL POLISI” tiba-tiba polisi datang dan berkata “jangan bergerak” mereka menduga akulah yang melakukan pembunuhan terhadap pria itu pisau pembunuhan itu ada sidik jari tanganku dan tidak ada bukti orang masuk dari dalam. Yang menelpon adalah istrinya yang tidur di lantai bawah.

“Pembunuh”

Dan itu adalah teriakan dari istrinya yang memagilku begitu

Begitu kau mendengar ceritanya tentu polisi juga bertanya hal yang sama dan juga telah menceritakan hal yang sama kepada kami polisi juga menemukan bahwa waktu kemarin hujan pada saat malam itu akan tetapi tidak menemukan bekas air atau tanah yang masuk dan tidak ada kerusakan di pintu-pintu yang ada. Secara logika apa yang disampaikan oleh John ini rasanya agak sedikit mustahil dilakukan bagaimana mungkin orang luar bisa masuk tanpa merusak. Aku berani yakin dia adalah orang yang ingin mencuri lagi dari rumah itu. Melihat dia mempunyai background pencurian. Dan mungkin ketika dia sedang melakukan dia membangunkan bapak yang memiliki rumah dan pencarian berujung dengan perkelahian antara 2 orang dan akhirnya pemilik rumah terbunuh akan tetapi karena terlalu berisik membangunkan istri yang mempunyai rumah.

Pasti begitu. Tapi kalo mendengar dari john masih ada sesuatu yang merasa mengganjal. Mata yang seolah-olah sangat sedih. Mata yang berusaha meneriakan ketidakadilan yang dia rasakan. Ada dua hal yang pasti apakah john ini jago berakting atau memang mungkin dia bukanlah pelaku sebenarnya.

Suhu Yo hanya diam. Setelah mereka bercerita.

“Kumohon Percaya kepadaku”

Suhu yo terdiam dia melihat jam tangan yang dia punya. Kamu tahu pak john.

“Dalam proses membuat orang percaya. Sebenarnya seorang itu harus meragukan orang itu dahulu tersebut untuk mengenali orang itu lebih dalam. Dan aku akan terus melakukannya. Aku akan terus meragu kepada kamu dalam proses menuju aku percaya kepadamu”

“jadi kau percaya kepadaku?”

“Boleh kubilang bahwa aku ingin percaya”

“Terima kasih”

Setelah itu Suhu Yo. Pergi meninggalkan john dan aku mengikutinya.

“apa kau mempercayainya Suhu Yo” kataku sambil bertanya kepaa suhu Yo

“Seperti yang aku bilang. Aku masih mencurigainya tapi aku akan memberi tempat kepada Kenyataan”

“maksudnya”

“memang ketika kita sudah ditempatkan bahwa menentukan bahwa dia adalah pelaku  akan tetapi aku tidak ingin melakukan hal itu dengan terburu-buru aku ingin memastikan bahwa dia memang pelakunya 100% dan kalo masih ada 1%  kemungkinan bahwa dia bukan pelakunya aku ingin itu sejelas-jelasnya”

“kamu mengerti maksudku kan?”

Kita ke sebuah rumah sakit. Suhu Yo bertanya ke sebuah suster. “dimana ruang mayat. Dan dimana mayat bapak Andrew”

“ohh korban tadi pagi ya?”

“aku kasihan dengannya dia adalah orang yang baik” Suster itu menimpalinya
Suhu Yo terdiam

“bahkan orang baik ini meningal karena kebaikannya” Suster itu menimpali

Akhirnya suster itu menunjukan tempat mayat dan melihatkan sebuah mayat yang mengalami tusukan di dada sebelah kiri. Dan berapa benturan di muka bapak Andrew ini. Suhu Yo memperhatikan tapi aku tetap tidak menemukan apa yang mau dcari oleh Suhu Yo. Dia dan pemikirannya.

Hujan kembali lagi pada Sore itu.

Seolah Suhu Yo sudah mendapatkan apa yang ingin dia dapatkan. Iya segera menuju ke rumah dari sang korban. Dia melihat sang Istri dan keadaan rumah yang sedang ramai yang ingin menyampaikan bela Sungkawa terhadap bapak Andrew. Akan tetapi rumah itu sama sekali tidak boleh dimasuki dulu masih ada Police Line walaupun katanya pelakunya sudah keahuan.

“Halo Ibu Maria, Saya adalah Suhu Yo. Seorang yang sedang menyelidiki kasus suami anda” Sapa Suhu Yo.

Tapi wanita itu mengangkat tangannya dan dia sepertinya masih bersedih sekali karena kehilangan suaminya.

“Saya turut berduka atas kehilangan suami anda” kata suhu Yo

“saya juga turut berduka cita ibu maria”

“bolehkah saya memeriksa sekeliling rumah ini”

Suhu Yo mulai mengeledah semua ruangan ini dari lantai 2 dan sekelilingnya. Suhu Yo mulai menggerakan semua yang tidak aku mengerti apa yang dia cari tapi aku tahu yang pasti sahabatku ini pasti sedang menyambungkan semua benang merah yang ada.

Sudah hamper 2 Jam Suhu Yo menyelediki dan akhirnya dia menemukan sesuatu di halaman belakang yang banyak rumput ini.

Dia tersenyum.

Senyum yang seperti senyum kemenangan seorang anak kecil yang telah berhasil menyelesaikan puzzle yang dibelikan ayahnya.

“ayo adit. Aku rasa urusan kita sudah selesai disini”

“ kita mau kemana Suhu?”

“aku rasa kita akan menginap selama beberapa hari dulu disini”

Akhirnya kita mencari hotel yang berada di dekat hotel sini.

                Selama Seminggu akhirnya kita berada di dekat hotel disini akan tetapi kita tidak melakukan apa-apa. Akan tetapi setiap malam Suhu Yo keluar dan kembali tengah malam akan tetapi dia tidak memberi tahu apa yang dia lakukan. Max pun sudah muncul dan mempereingatkan bahwa dia hanya punya waktu 1 minggu karena setelah itu dia berada di persidangan.

                Sampe akhirnya kita ke rumah itu lagi.

                “Ibu Maria bolehkah kita bicara sebentar”


                “bagaimana Suhu Yo?”

                “Besok adalah hari dimana orang yang menjadi pelaku pembunuhan suami anda terungkap”
              
               “yah aku harap dia mendapatkan yang seharusnya dia dapatkan” timpal bum aria
                
             “yah kecuali kalo dia memang pelakunya seperti yang dilakukan pada pembelaannya maka                  akan terlihat sangat menyakitkan bagi dia”
                
            “Bagaimana maksud anda suhu Yo?”

“yah dia adalah orang kidal akan tetapi tusukan yang diterima oleh Bapak Andrew ada luka tusukan di dada Kiri, agak janggal bukan seharusnya tusukannya akan lebih mudah kalo di menggunakan tangan terkuatnya apalagi ketika itu sedang beradu kekuatan dengan pak Andrew dan entah kenapa saya Cuma merasakan bahwa dia bukan pelakunya”
             
Aku terkaget begitu juga. Dengan ibu maria dia pucat pasi.

 “maksudnya bagaimana?” ibu maria berkata tambah kaget

“bagaimana jika pelakunya adalah orang lain?”

“tapi bukannya polisi sudah menjelaskan kepada anda bahwa tidak ada usaha masuk dari luar. Bahkan waktu itu hujan deras. Jejak kaki seseorang akan mudah terlihat jika ada orang yang masuk apalagi tidak ada kerusakan. Bagaimana mungkin caranya orang itu masuk”

“Kalo dilihat memang mustahil Ibu Maria akan tetapi bagaimana kalo misalnya pelakunya itu sudah berada di dalam Rumah”

“ibu maria terdiam”        

“pelakunya sudah berada di dalam rumah itu sebelum hujan itu tiba”

“Tapi tidak ada kerusakan pintu sama sekali bukankah polisi sudah menjelaskan itu semua kepada anda suhu yo”

“itu mudah sekali bu maria”

“tentu saja ada orang dalam yang membantunya kau adalah orang itu Bu Maria”


“dan itu yang menjelaskan kenapa di pintu belakang hanya ada satu jejak keluar”

Bu maria terdiam.

“Apa buktinya kalo aku adalah pelakunya.”

“Tentu buktinya tidak akan lengkap. Tapi ini adalah kota kecil. Kau tahu apa kebiasaan orang yang melakukan kejahatan setelah mereka berhasil menyelesaikan kegiatan. Mereka akan lebih sering bertemu bu maria untuk menutupi kejahatan mereka membuat scenario yang membuat mereka semakin berhasil. Kau mungkin tiak sadar bahwa aku selama ini telah mengikutimu selama 1 minggu belakangan ini dank au sudah 3 kali berkunjung ke kota sebelah. Dimana tempat bisnis suami berkembang. Aneh bukan seorang yang telah kehilangan harusnya berada di rumah dan merasa kehilangan akan tetapi anda lebih terlihat seperti orang yang panic. Duguanku ternyata benar kau bertemu dengan pria tampan bertato malaikat bewarna hijau. Adalah bawahanmu bernama Marco kan. Jangan berpikir aku mengikuti dia dan menunggu dia membuka baju. Mudah sekali bahwa kita berada di kota-kota kecil. Dimana tukang tato itu sedikit. Jadi sangat mudah untuk menanyakan siapa saja yang pernah membuat tato itu”.

“Kau tidak punya bukti bukan?” Sanggah ibu maria

“Tentu tidak untuk saat ini. Tapi segera polisi akan segera menyelidiki Marco. Melalui penyelidikanku dan persidangan bisa ditunda.”

“Kau Tahu sebenarnya aku tidak pernah ada niat untuk membunuhnya” tiba-tiba air mata maria keluar.”Tapi aku memang tidak pernah ada rasa cinta untuk pria ini. Aku tidak akan pernah mencintai orang yang mengangap diriku hanya sebuah pajangan yang dipamerkan untuk acara-acara”

Hening lama berkepanjangan

“Aku tahu dia tidak pernah mencintaiku. Aku hanya mencintai Marco tapi aku sebenarnya tidak berencana untuk membunhnya marco yang menginginkan bahwa setelah dia terbunuh maka semua warisan akan didapatkan olehku tapi entah kenapa aku masih merasa sedih kehilangan Andrew”
--------------------------------

“Terima kasih” Jon dan Suhu Yo berterimakasih kepada Suhu Yo.

“yah sama-sama mengungkapkan kebenaran memang tugas seorang detektif bukan” kata suhu yo

Sambil membuka Koran dengan headline Pembunuhan kejam Andrew direncanakan oleh istrinya sendiri

“Ada apa adit?” Tanya suhu Yo kepadaku

“entahlah aku Cuma merasa bingung kenapa bisa Maria yang merasakan kesedihan juga kehilangan Andrew dapat melakukan hal itu kepadanya”

“kau tahu kenapa banyak orang bingung dalam menentukan pasangan hidupnya?”

“karena itu buat seumur hidup?”

“hmmm pernyataan mu  tidak sebenarnya salah akan tetapi otak manusia sebenarnya dalam menentukan pasangan dari 3 hal, Hasrat dia, Orang yang dia pedulikan, dan orang yang ingin dia hidup bersama.  sayangnya ketiga hal ini berada di tempat yang berbeda. Dan ketiga bagian ini jarang memunculkan 1 orang yang sama”

       Hening berapa lama untuk mencerna omongan dari Suhu Yo

“dan itu yang dirasakan oleh maria. Dia mencintai marco akan tetapi dia tanpa sadar sudah menyanyangi Andrew yang telah begitu baik padanya. Sekarang dia harus menelan pil pahit itu sekarang”

“pil pahit yang bernama Penyesalan”

Angin bersemilir hangat pada siang hari itu. Kendaraan itu berjalan kembali kekediaman detektif